Jumat, 12 Juli 2013

puasa , prinsip - prinsinya

Dasar dan tujuan puasa

Suatu ulasan  dalam rangka pembinaan Mental Spritual




﴿يأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴾
﴿أَيَّامًا مَّعْدُودَتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴾


Wahai orang – orang mukmin ! Diwajibkan atasmu puasa,sebagaimana telah diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu. Semoga dengan begitu kamu menjadi orang yang taqwa (183 ).
Beberapa hari tertentu. Siapa yang (pada beberapa hari tertentu itu) sakit atau dalam perjalanan, maka boleh dia berpuasa pad  beberapa hari yang lain.Dan bagi orang yang tidak kuasa, fidyah, (berupa )memberi makan orang miskin. Namun siapa yang mau berbuat thawwu, maka baiklah baginya dan jika mau berpuasa (juga di waktu sakit dan diwaktu bepergian itu ) baik juga bagimu, jika kamu tahu ( hakekat persoalannya). ( 184 )

Dalam membicarakan puasa pada kelompok ayat 183 – 187, Al qur’an tidak memperinci secara lengkap hukum fiqihnya, hanya membicarakan soal – soal pokok, seperti hikmah, cara penggantiannya bila berhalangan, soal denda dsb, yang dapat diperinci sebagai berikut :
a.      Ketentuan berlakunya puasa.
b.      Hikmah atau tujuan sesungguhnya dari puasa.
c.       Kapan ( waktu ) dan berapa lama puasa itu.
d.      Hal- hal yang mengecualikan dan caranya.
e.      Keistimewaan bulan Ramadhan.
f.        Mengenal datangnya bulan /ramdhan.
g.      Penegasan izin ( perkenan) untuk mencampuri istri pada bulan puasa.
h.      Mulai dan akhirnya imsak setiap hari.
i.        Larangan waktu i’tikaf ( yang sering dilakukan pada bulan ramadhan).
j.        Ulangan penegasan tujuan puasa dan ibadat selama bulan puasa.
k.       Mengahiri puasa dengan Ie’d dan fitrah.