Selasa, 23 April 2013

terpaksa



Ketahuilah ,
bahwa pada saat kita "kehabisan" peluang atau terpuruk , atau sedang terhimpit masalah , atau terkena musibah - 
sehingga merasa tak ada lagi ruang gerak , 

sesungguhnya pada kondisi seperti itu
diri kita sedang berada dalam situasi atau posisi
yang sebenarnya .

Saat seperti itulah seringkali kita benar - benar merasakan dan "menikmati ketiada mampuan kita " , atau merananya kita . 
oooooh ..............
betapa " begininya" aku ini.

Tanpa sadar , atau tanpa sengaja , munculah gelora semangat 
waaaah ...........
aku mesti begini , atau harus begitu.

Ketahuilah ,
bahwa sesunggunya saat itu kita sedang mencari - cari .

Dan saat itu, yang ada hanya "kita semata" ,
karena terlalu banyak hal yang akan menimpa kita ,
bila kita melibatkan yang lain.
Toooooh...............
kalau si anu pasti .......(begitu) , sedangkan yang lainnya takut ........(begini),

Sedangkan dorongan dan desakan ( potensi ) dalam dada kita semakin kuat.


Ketahuilah,
sesungguhnya pada kondisi seperti itu, diri kita sedang berada dalam situasi atau posisi yang sebenarnya .

Carilah jati diri kita, dan focuslah pada apa yang ada pada kita,
lalu kembangkan .
Jangan berdiam diri , karena kalau kita diamkan potensi dan jati diri kita itu 
kita akan terkurung dan terperangkap lebih daripada  keadaan yang sedang terjadi.

Ketahuilah,
Akhirnya kita mau gak mau ,
harus "terpaksa" bergerak ,
bila tidak menghendaki keterpurukan yang lebih parah lagi